Ragam

8 MaMin yang Tak Boleh Dikonsumsi Bersama Obat

298views

Beberapa jenis makanan dan minuman di bawah ini, tak sebaiknya dikonsumsi bersamaan atau dalam waktu dekat, bersama obat-obatan tertentu. Pasalnya, hal ini dapat membahayakan tubuh.

1. Pisang

Pisang yang kaya akan potasium dapat mempercepat kerja jantung, yang bermanfaat pada atlet yang sedang bertanding. Namun ternyata, efek ini bisa berdampak buruk bagi Anda yang sedang mengonsumsi obat-obatan jenis ACE Inhibitor. Ini adalah obat yang biasanya diberikan kepada seseorang dalam kondisi menjaga kerja jantungnya, agar tidak terlalu tinggi.

Sehingga, bila dikonsumsi bersamaan dengan pisang (atau Anda mengonsumsi pisang dalam waktu dekat setelah meminum obat tersebut), maka manfaat obat bisa tak terserap dengan baik.

Selain itu, obat-obatan jenis tersebut biasanya juga diperuntukkan untuk Anda yang mengidap hipertensi (tekanan darah tinggi). Bila mengonsumsi pisang, maka kerja jantung semakin tinggi. Tentu aliran darah pun akan makin cepat. Sehingga hipertensi makin tak terkontrol.

Tak terbatas pada buah segar pisang saja, tapi juga sajian atau olahan pisang lainnya.

2. Anggur

Buah segar ini memang bisa mengurangi rasa pahit dari makanan atau minuman yang Anda konsumsi. Namun anggur, tak sebaiknya dikonsumi bersama (atau dalam waktu dekat) dengan obat.

Anggur atau jus anggur dan aneka olahan lainnya, bisa berdampak kurang baik pada proses penyerapan obat-obatan. Penyerapannya bisa berkurang atau berlebihan. Tentu efeknya tidak baik untuk tubuh. Apalagi ketika obat tersebut, bukan sekedar obat-obatan ringan.

3. Susu

Meskipun kalsium dari susu sangatlah baik untuk tubuh, namun bila diminum bersama obat, justru efeknya bisa kurang baik. Utamanya, obat-obatan antibiotik.

Kalsium dalam susu bisa mengganggu kerja dan penyerapan dari beberapa jenis antibiotik. Ini juga berlaku untuk olahan susu lainnya. Seperti yogurt, keju, dan kopi susu. Hasilnya, tubuh tak akan mendapatkan manfaat dari antibiotik dengan sempurna.

Meminum suplemen kalsium pun, sebaiknya dihindari bila Anda sedang mengonsumsi antibiotik. Karena efeknya kurang lebih sama, dengan mengonsumsi makanan atau minuman tinggi kalsium lainnya.

4. Kopi

Beberapa orang mungkin tidak bisa lepas dari kopi. Bahkan ketika meminum obat, rasanya ingin saja menenggaknya bersamaan. Sayangnya, minuman tersebut tak baik dikonsumsi dengan obat. Utamanya obat jenis antipsikotik bernama Clozapine, yang umumnya diberikan kepada pasien dengan gangguan kejiwaan seperti skizofrenia, bipolar, hingga gangguan kecemasan.

Kafein yang tinggi dalam kopi, disinyalir bisa membuat beberapa gangguan kejiwaan makin menjadi. Seperti rasa cemas yang makin tidak terkendali. Sehingga, tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman tersebut dengan obat antipsikotik.

5. Teh

Tidak bisa dipungkiri, bahwa sampai saat ini masih ada saja orang yang mengonsumsi obat dengan teh. Padahal sudah menjadi rahasia umum, bahwa minuman ini bisa mengurangi efektivitas obat.

Selain karena kafeinnya yang kurang cocok dikonsumsi bersama obat antipsikotik–meski efeknya tak separah kopi karena kandungan kafeinnya rendah–teh juga memiliki kandungan tanin.

Tanin adalah kandungan yang dapat menghambat kerja obat di dalam tubuh. Hasilnya, penyerapannya tidak akan sempurna dan kesembuhan Anda bisa terhambat.

Hal ini pun berlaku dengan suplemen yang Anda minum. Bila dikonsumsi bersama teh, penyerapan suplemen tersebut tidak akan sempurna. Bahkan bisa tidak terserap sama sekali.

6. Rempah-rempah

Sajian yang mengandung rempah-rempah seperti cabai rawit, kayu manis, dan kunyit, sebaiknya tak dikonsumsi bersamaan dengan obat yang mengandung warfarin. Kandungan tersebut berguna untuk mengatasi dan mencegah penggumpalan darah.

Bila dikonsumsi bersamaan, bisa menyebabkan pendarahan. Sebab kandungan tersebut bersifat mengencerkan darah. Sementara buah kaya vitamin K seperti kubis, brokoli, dan bayam dapat mengurangi khasiat obat. Sehingga khasiat utamanya menjadi sia-sia.

7. Jeruk Bali Merah

Jeruk bali merah memang tidak terlalu popular di Indonesia. Meski berwarna oranye, nyatanya buah ini masih tergolong anggur (grapefruit). Buahnya berdaging merah keunguan yang memiliki rasa asam, sedikit kecut dan manis, tapi agak pahit juga. Seperti jenis jeruk lainnya, buah asal Barbados ini mengandung vitamin C yang cukup tinggi dan potasium.

Buah ini sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan, atau dalam waktu dekat dengan obat. Pasalnya, jeruk bali merah mengandung furanocoumarin yang dapat menghalangi khasiat obat. Dampaknya ada dua, zat obat terserap terlalu banyak, atau malah sangat sedikit ke dalam aliran darah. Khasiatnya bisa cepat, bisa juga lambat. Sehingga, manfaat obat yang dapat menyembuhkan pun tak bekerja secara maksimal.

Selain itu, kandungan furanocoumarin yang ada di jeruk bali merah bisa juga menyebabkan kadar darah naik lebih cepat, dan menyebabkan tekanan darah tinggi yang tak normal. Hal ini tentu membahayakan bagi tubuh. Enzim buah ini ada di jus segar, konsentrat beku, dan buah utuh. Sehingga, lebih baik dikonsumsi sebelum minum obat, paling tidak 3 jam sebelumnya.

8. Minuman Bersoda

Obat pereda nyeri seperti Advil, Genpril, dan Proprinal tidak cocok dikonsumsi bersama dengan minuman bersoda. Hal ini dikarenakan kandungan karbondioksida dan asam di dalamnya, bisa menaikkan tingkat penyerapan obat dan konsentrasi darah. Akibatnya, dosis obat tak terkontrol dapat membahayakan kondisi ginjal Anda. (*)