Foto: Pixabay
Diet

Mengapa Orang Jepang Tidak Bisa Gemuk? Ini Alasannya

139views

Kebanyakan masyarakat Jepang, dikenal memiliki tubuh kecil nan langsing. Padahal, mereka mengonsumsi nasi, asupan tinggi karbohidrat yang katanya penyebab naiknya berat badan.

Lalu bila nasi begitu berpengaruh, lantas mengapa tak ada yang berusaha menghindari makanan tersebut? Bagaimana mereka mengatur pola makan sehari-hari?

Terlepas dari sumo yang memang harus bertubuh besar, atau budaya operasi plastik yang marak, pernahkah kamu memerhatikan warga Jepang pada umumnya? Proporsi tubuh baik wanita atau pria di sana terhitung kecil dan seolah tak bisa gemuk.

Dilihat dari kebiasaan, mereka juga tak jauh beda dengan orang Indonesia. Sama-sama mengonsumsi nasi sebagai makanan sehari-hari. Lantas apa yang berbeda?

Kebiasaan dan Pola Makan

Foto: Net
Foto: Net

Salah satu kebiasaan warga Jepang adalah mengonsumsi makanan berprotein tinggi, dimana kandungan omega-3-nya memang terkenal baik untuk otak, jantung, dan kulit. Sebut saja ikan, daging, makanan laut, sayuran rebus, sup miso, dan asinan acar.

Mereka jarang mengkonsumsi makanan yang digoreng. Kebanyakan memang direbus, dikukus, ditumis dan dipanggang. Sajian tersebut juga diletakkan dalam sebuah mangkuk kecil, atau kotak makan yang bersekat-sekat kecil.

Secara psikologis, penempatan makanan dalam wadah yang kecil, mendorong kamu untuk makan lebih sedikit.

Sebagai pemula, diperlukan kontrol makan yang kuat untuk mengurangi kalori. Bila tak ada kontrol dan makan dalam porsi yang besar, hal ini akan meningkatkan kadar glukosa dalam tubuh. Alhasil tubuh menjadi cepat lapar.

Tak hanya itu saja, kebiasaan masyarakat Jepang yang menggunakan sumpit juga membuat mereka mengonsumsi makan dalam porsi yang kecil. Dikunyah dalam waktu yang cukup lama, perlahan, dan berhenti sebelum kenyang.

Kembali pada nasi, dalam proses pembuatannya, masyarakat di Jepang juga tak sembarangan. Mereka menambahkan bubuk agar-agar untuk mendapatkan nutrisi secara maksimal. Tidak hanya supaya nasi semakin pulen, juga berguna sebagai tambahan serat.

Pilihan Menu

mengapa orang jepang tidak bisa gemuk

Di kala senggang, masyarakat Jepang umumnya mengonsumsi makanan ringan yang banyak dijual di supermarket. Uniknya, kamu tetap bisa mengontrol kalori berkat panduan simbol HCS (Healthier Choice Syimbol) yang ada di kemasan. Di situ tertulis lengkap nutrisi dalam satu bungkus camilannya.

Selain itu, warga Jepang juga jarang makan roti. Mereka lebih suka mengonsumsi makanan rendah gula dan rendah lemak seperti mochi, dan buah.

Untuk minuman favorit, orang Jepang jatuh cinta pada teh hijau. Dalam sehari, rata-rata tiap orang bisa minum hingga 5 gelas. Tak salah mereka menjatuhkan pilihan pada teh jenis ini. Kandungan anti-oksidannya, dapat mencegah radikal bebas pada tubuh yang penyebab penuaan dini. Tak hanya itu saja, teh ini juga dapat melancarkan pencernaan, mengurangi kolesterol, dan lain-lain.

Gaya Hidup

Foto: Net

Selain mengatur pola makan, pola hidup masyarakat Jepang juga bagus untuk ditiru. Mereka sering jalan kaki saat pergi ke kantor, sekolah, atau tempat lain yang dituju. Seringnya juga menggunakan sepeda, dan kendaraan umum.

Kebiasaan baik ini awalnya ditengarai oleh mahalnya tarif taksi, harga kendaraan pribadi, yang akhirnya membuat warga Jepang beralih pada transportasi umum. Lama-kelamaan, mereka terpaksa berjalan kaki ke tempat tujuan untuk menghindari keterlambatan kereta.

Manfaat jalan kaki adalah menurunkan berat badan, menurunkan risiko penyakit jantung, juga darah tinggi. Sebagai informasi tambahan, 10.000 langkah bisa membakar 450 kalori pada tubuh.

Gaya hidup lain yang dilakukan warga Jepang adalah berendam di kolam air panas. Paling tidak, mereka berendam di onsen atau pemandian umum air panas, dua kali dalam sebulan. Hal ini bermanfaat untuk memulihkan tenaga dan menjaga daya tahan tubuh.

Kandungan mineralnya, bisa melancarkan sistem peredaran darah dan kulit. Bila kamu ingin menirunya, bisa saja. Mandi dengan air hangat untuk rileksasi usai beraktivitas seharian. (*/rez)