Foto: Shutterstock
Hidup Sehat

Awas! 5 Kebiasaan Sehat yang Bisa Menjadi Berbahaya

112views

Membiasakan hidup sehat merupakan salah satu kunci agar tubuh tidak mudah terserang penyakit. Sebagian orang kemudian beralih pada kebiasaan-kebiasaan yang dianggap menyehatkan.

Namun faktanya, ada beberapa kebiasaan baik, yang kemudian berdampak kurang baik karena kita salah melakukannya. Apa saja?

1. Posisi Tidur

Foto: Net

Salah satu kebiasaan baik adalah cukup tidur. Manfaatnya begitu beragam, dapat mengontrol berat badan, meningkatkan sistem imun dan daya ingat, dan sebagainya.

Namun kebiasaan sehat ini dapat membahayakan, saat berada di posisi tengkurap. Pasalnya, meskipun nyaman, posisi ini berdampak buruk bagi pernapasan, sirkulasi darah, sumsum tulang belakang, dan kulit wajah.

Dalam posisi tengkurap,  kamu akan sulit bernafas, di mana leher dalam posisi tegang dan membahayakan bila dilakukan dalam waktu lama. Pun begitu dengan sirkulasi darah, bisa tak berjalan lancar. Kerutan di wajah menjadi tak terelakkan, bisa menjadi permanen, dan penuaan dini tinggal menunggu waktu saja. Jadi, hindari posisi tidur seperti ini, ya.

2. Mengonsumsi Kuaci

Foto: Net

Mengkonsumsi kuaci memang baik untuk tubuh. Meski ukurannya kecil, namun mampu menjaga kesehatan tulang dengan kandungan kalsium, magnesium, dan tembaga di dalamnya.

Tak hanya itu saja, biji bunga matahari ini juga mengandung vitamin E, yang merupakan sumber anti-oksidan. Khasiatnya dapat melindungi tubuh dari racun dan radikal bebas.

Saat mengonsumsi kuaci, banyak yang menggigitnya. Padahal cara tersebut tidak baik karena permukaan kerasnya membuat rusak gigi dan terasa ngilu setelahnya. Mengupas biji kuaci menjadi opsi lebih baik dibandingkan menggigitnya.

3. Menyikat Gigi

Foto: Net

Adalah kebiasaan yang baik membersihkan gigi, minimal dua kali sehari. Terlebih setelah makan, agar bakteri dan sisa makanan tak menempel dan merusak gigi. Namun sebaiknya, beri jeda sebelum menyikat gigi paling tidak 20 menit usai makan.

Hal ini dikarenakan, di dalam mulut terdapat saliva atau air liur yang membantu proses pencernaan, di mana alfa amilase dan enzim lainnya dilepaskan sesaat setelah makan. Ini berguna juga sebagai penyeimbang pH. Dari yang sebelumnya 6,8 akan turun hingga angka kritis, yakni 4. Bila kamu langsung menyikat gigi setelah makan, maka saliva tak bekerja dengan baik. Sebaiknya tunggu sampai pH kembali normal, yang biasanya memakan waktu hingga 20 menit.

Selain itu, menyikat gigi usai makan sebelum 20 menit juga melemahkan email gigi, utamanya bila kamu mengonsumsi asupan bersifat asam. Tak jarang kebiasaan sehat ini mendorong asam yang lebih tinggi pada gigi, sehingga terjadi pengikisan atau pembusukan gigi lebih cepat.

Untuk menunggu waktu, usai makan baiknya berkumur dengan air putih. Hal ini mempercepat pH saliva dalam mulut kembali normal.

4. Keramas

Foto: Net

Untuk menjaga kecantikan dan kebersihan rambut tentu dengan keramas, paling tidak dua hari sekali. Namun kebiasaan baik tersebut akan berubah jadi bahaya, apabila kamu mengguyurnya dengan air bersuhu  panas. Pembuluh darah di otak dan organ otak dapat menjadi taruhannya, di mana kepala bisa menjadi sangat sakit, dan pusing.

Selain itu, air yang terlalu panas dapat membakar rambut. Keratin atau protein akan hilang, dan berdampak pada rusaknya rambut. Belum lagi ditambah sampo dengan air panas adalah kombinasi yang buruk. Ada kecenderungan rambut lebih mudah rontok. Sehingga kondisioner yang kamu gunakan sebelumnya, menjadi sia-sia. Rambut yang sudah ’lunak’, lembut dan sehat dapat hilang seketika.

5. Mengunyah Permen Karet

Foto: Net

Bagi kamu yang sedang dalam program diet, mengunyah permen karet punya banyak manfaat. Salah satunya adalah mengontrol nafsu makan. Namun terlalu banyak dan sering juga tak baik. Hal ini berdampak buruk bagi tubuh.

Proses mengunyah ini dapat memicu produksi asam lambung, terlebih bila dilakukan sebelum makan. Hal ini memengaruhi lambung dan menyebabkan gastritis, bahkan maag dalam jangka panjang. Menguyah permen karet juga akan menghasilkan ’kantong-kantong udara’ di mana terdapat tekanan pada usus yang menyebabkan kembung.

Selain itu, kebiasaan sehat ini dapat merusak gigi karena kandungan gulanya yang menyebabkan erosi. Begitu pula dengan otot-otot dekat kepala. Mengunyah permen karet dalam waktu lama, dapat menekan saraf pemasok oksigen. Dampaknya, bisa membuat sakit kepala. (*/rez)