Kesehatan

Zero Waste, Gerakan Minim Sampah yang Lagi Hits

Mari sama-sama melihat sekitarmu. Ada berapa banyak potensi sampah plastik di ruangan? Dari kantung plastik, botol plastik, dan sebagainya. Solusinya sendiri sebenarnya juga sudah ada. Dimulai dari gerakan 3R – reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (daur ulang). Namun beberapa bulan belakangan, gerakan zero waste mulai gencar dilakukan.

Zero waste sendiri merupakan langkah awal yang dianggap wajib untuk  dilakukan. Yakni menolak penggunaan barang-barang berbahan plastik atau yang sulit terurai. Karena langkah inilah yang menjadi penentu jumlah sampah di sekelilingmu.

Kemudian dukung dengan langkah berikutnya, yaitu reduce, reuse dan recycle yang sebelumnya telah cukup lama dikenal oleh masyarakat. Lalu akhiri dengan rot, yakni membusukkan dan mengolah sampah basah atau organik, agar menjadi kompos yang lebih bermanfaat.

zero waste nusantara
Foto: instagram (@zerowastenusantara)

Lima langkah inilah yang kemudian diaplikasikan oleh sejumlah komunitas yang peduli terhadap lingkungan. Salah satunya yaitu komunitas Zero Waste Nusantara (Instagram: @zerowastenusantara). Komunitas yang diprakasai oleh Jeanny Primasari (35) ini, merupakan sebuah langkah tepat untuk mengatasi persoalan produksi sampah di Indonesia.

”Produksi sampah di Indonesia sangat besar dan perlu ditangani dari akarnya, jadi tidak hanya sekedar pengolahan sampai di hilir saja,” ujar Jeanny yang dihubungi redaksi Tabloid KOKI Plus.

Ubah Kebiasaan

Jeanny merupakan salah satu dari segelintir orang yang berusaha agar gaya hidup ini bisa diterapkan oleh masyarakat Indonesia. Meski menurut pengakuannya, gaya hidup Zero Waste belum diterima 100%.

”Mengubah kebiasaan itu susah, ya. Tidak mudah, tapi harus dilakukan karena ini demi masa depan lingkungan kita sendiri. Bisa dimulai dari diri sendiri, baru mengajak orang lain,” ujarnya.

Karena dilakukan secara masif, sebagian generasi milenial menyemarakkan gerakan Zero Waste. Mereka menggunakan sejumlah barang pribadi yang non-plastik, seperti sedotan bambu, kertas, besi, sikat gigi dari gandum, dan sebagainya.

”Sangat mungkin kalau generasi milenial yang menjadi pelopornya, karena generasi yang muda dan produktif, biasanya menjadi pelopor. Tapi pelaku dari gaya hidup Zero Waste tidak terbatas pada satu generasi tertentu,” ungkap Jeanny.

Oleh karenanya, komunitas Zero Waste Nusantara secara perlahan mulai mengajak sebagian masyarakat yang belum tersadar untuk ikut menyemarakkan gerakan ini.

Jika kamu tertarik untuk mencobanya, gerakan Zero Waste bisa dimulai dengan langkah yang sederhana. Salah satunya adalah dengan mempersiapkan barang-barang non plastik untuk dibawa kemanapun kamu pergi.

Seperti botol minum atau tumblr, wadah makanan, dan tas kantong berbahan kain. Tujuannya, agar jika sewaktu-waktu ada keinginan untuk membeli sesuatu, kamu selalu siap dengan peralatan ini dan tidak perlu menambah penggunaan plastik lagi. (*)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close